Saturday, November 3, 2018

Tidak Sengaja Begadang


ZONA NYAMAN DAN TAHAP PENDEWASAAN




INDONESIA NEGARA HUKUM…
ASSALAMUALAIKUM!


Malam ini ku sendiri
Tak ada yang menemani
Seperti malam-malam
Saya ketiduran


Malem ini saya gabisa tidur. Seperti biasa penyakit insomnia dan laper…eh laper bahasa medisnya apaan sih? Ya pokoknya biasa penyakit insomnia dan laper tengah malem melanda diri ini yang sudah lelah bekerja mencari sebongkah nasi dan sesuap berlian. Di sela-sela kesibukan saya sebagai seorang manusia paruh baya…terkadang saya memikirkan zona dimana saya berada. Banyak orang yang bilang “Cobalah keluar dari zona nyaman”. Zona nyaman adalah zona ketika kita merasa sudah enak dengan hidup kita, tanpa masalah yang berarti, tanpa tantangan idup, dan punya *pasangan yang mengerti kita (*opsional). Tapi emang ada ya orang yang berani meninggalkan zona nyaman? Beberapa orang mungkin berkata “Iya”, dan beberapa lain mungkin mengatakan “tidak”.
Disini saya mengatakan bahwa saya belum berada di zona tersebut. Saya belom berada pada posisi yang enak, dan tidak juga berada di posisi yang tidak enak. Kita sebut ini zona sepatu converse baru yang di dalam sepatunya ada kerikil sebesar telapak tangan orang dewasa. Nyaman diliat, tapi kurang terasa nyaman kalo dirasain *yaaseekkk. Ketika kerja membatasi kuliah, ketika kuliah tidak berbanding lurus dengan kerja, masalah keuangan pribadi dan keluarga, ketika pacar menolak untuk diajak nginep di rumah, wah macem macem lah. Disitu kadang saya meluangkan waktu sejenak di smoking room *walaupun saya bukan perokok* karena disitulah tempat yang paling nyaman dan paling mudah diakses di kantor, dan memikirkan segala keruwetan dan mencoba memilah milih masalah yang datang bertubi-tubi menimpa badan saya yang kecil namun tidak begitu atletis ini.
Namun di sisi lain, saya begitu bersyukur karena mendapatkan kesempatan bekerja lebih dahulu karena eh karena di Jakarta yang rusak ini, nyari kerja tuh susah. Nyari keributan yang gampang disini mah. Banyak orang yang masih susah mendapatkan pekerjaan, masih luntang-lantung ngelamar kesana sini. Pikir pikir daripada ku melamar kerja, lebih baik ku melamar kamu~ *apaansih wkwk*. Yaa pokoknya gitu walaupun dengan gaji yang tidak seberapa ini, saya masih bersyukur dapat membantu keluarga yang yaaa bisa dikatakan lagi kolaps secara ekonomi selepas ditinggal oleh Bunda yang tidak sempat meninggalkan resep-resep catering saktinya itu wkwk ndaaaa balik lagi dong resepnya dicatetin biar bisa dibikin lagi nih pesenan pesenan kateringnya wkwk.

*INFO : TERNYATA SATU BUNGKUS INDOMIE TERASA KURANG NAMPOL DI PERUT PADA KEADAAN PERUT KOSONG

Tapi di balik segala keruwetan dan rasa bersyukur saya terhadap hidup ini. Inilah yang disebut masa pendewasaan yang sebenarnya. Kita ditempatkan pada posisi yang maju kena mundur kena, kanan salah, kiri mane, depan firmino *lah jadi lipervul*. Dimana kalo kita mengorbankan satu hal pun, maka akan berdampak besar bagi aspek-aspek yang lain. Tidak melakukan apa-apa juga apa kita mau tetap berada di keadaan seperti ini? Kemampuan kita beranalisa dipertaruhkan pada kondisi hidup seperti ini. Banyak banyak berpikir matang, banyak banyak sharing sama orang yang lebih berpengalaman, dan berdoa kepada Allah adalah solusi dari segala masalah. Dan seberat apapun masalah, jika tidak dipikirkan maka tidak akan terasa berat.

Doakan saya yang imut ini bisa segera keluar dari lingkaran setan ini

Doakan juga agar kita yang selama ini terpisah oleh jarak dan waktu agar bisa bertemu lagi. Meskipun kita jauh di mata, namun tetap dekat di hati

Buat Tamara Junyansyah yang lagi PMS: Ini tulisan yang persis diatas ini random yak

*INFO : KEBANYAKAN MINUM BISA MEMBUAT KEMBUNG DAN ENEG

Ciao
Firsta, yang sering disebut “Mbak” atau “Ibu” sama abang ojol.



No comments:

Post a Comment

Teruntuk Seseorang yang Tidak Ingin Disebut Namanya

... Kadang, apa yang kita pikirkan, tidak sesuai dengan apa yang terjadi. Apa yang kita rencanakan, tidak sesuai dengan harapan. Apa ya...